FOLU dan Energi Masih Jadi Penyumbang Emisi Terbesar di Indonesia
- 8 Jun
- 1 menit membaca

Sektor kehutanan dan penggunaan lahan (FOLU), termasuk kebakaran gambut, serta sektor energi, masih menjadi kontributor utama emisi gas rumah kaca (GRK) di Indonesia. Berdasarkan laporan Second Nationally Determined Contribution (NDC) dan Biennial Update Report (BUR) ke-2, emisi Indonesia pada tahun 2016 mencapai 1.457 GtCO2e, dengan FOLU menyumbang 43,59% dan energi 36,91%. Tren serupa juga terlihat pada 2019, di mana sektor perubahan penggunaan lahan dan kehutanan (LUCF) mendominasi 50,13%, sementara sektor energi sebesar 34,49%. Pemerintah menyatakan akan terus memperkuat aksi pengurangan emisi, khususnya pada dua sektor utama ini.
Indonesia telah meningkatkan target penurunan emisi pada 2022 menjadi 31,89% tanpa syarat dan 43,20% dengan dukungan internasional, dari target awal 29% dan 41%. Meski dianggap ambisius, target ini tetap dicanangkan agar selaras dengan agenda pembangunan nasional. Sebagai bagian dari strategi penurunan emisi, pemerintah menargetkan restorasi 2 juta hektare lahan gambut dan rehabilitasi 8,3 juta hektare lahan terdegradasi hingga 2030. Langkah ini diharapkan mampu menahan laju emisi dari sektor FOLU serta memperkuat ketahanan ekosistem terhadap perubahan iklim.
Sumber:




