KAI Gunakan Biosolar B40 untuk Dukung Transportasi Ramah Lingkungan
- 8 Jun
- 1 menit membaca

PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah mengimplementasikan penggunaan energi hijau berupa biosolar B40 pada seluruh lokomotif dan genset sebagai bagian dari dukungan terhadap transisi energi nasional. Langkah ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam mendorong pemanfaatan energi terbarukan di sektor transportasi. Dengan penggunaan B40, operasional kereta api menghasilkan emisi yang lebih rendah, sekaligus memperkuat peran kereta api sebagai moda transportasi dan logistik yang efisien serta ramah lingkungan di tengah keterbatasan bahan bakar fosil.
Ke depan, KAI juga bersiap mengadopsi bahan bakar B50 guna meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan operasional, dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan melalui uji coba teknis sebelum implementasi. Penggunaan bahan bakar nabati (BBN) ini merupakan bagian dari strategi besar menuju kemandirian energi dan pencapaian target net zero emission 2060. Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap transportasi ramah lingkungan, jumlah pengguna kereta api juga terus bertumbuh, sekaligus menunjukkan kontribusi signifikan KAI dalam mendukung mobilitas dan distribusi logistik nasional secara berkelanjutan.
Sumber:




