top of page

News


BRIN Dorong Co-Development Riset Energi untuk Percepat Hilirisasi dan Inovasi
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menegaskan pentingnya pergeseran pendekatan dari transfer of technology menuju co-development dalam pengembangan riset energi nasional. Dalam Energy Week 2025, BRIN menyampaikan bahwa inovasi di sektor energi harus dibangun melalui kolaborasi erat antar peneliti dan industri guna mempercepat hilirisasi hasil riset serta menjawab tantangan perubahan iklim dan target net zero emission . BRIN juga mendorong konsep multi-level readliness
22 jam yang lalu


Percepatan Pembangunan Bandar Antariksa di Biak: Sinergi Nasional Menuju Kemandirian Akses Antariksa
BRIN terus mendorong percepatan pembangunan Bandar Antariksa Nasional di Biak, Papua, sebagai bagian dari strategi menuju kemandirian akses antariksa dan penguatan posisi di Indonesia di sektor antariksa global. Pembangunan ini memiliki dasar hukum yang kuat, yakni Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2013 tentang Keantariksaan, Peraturan Presiden Nomor 45 Tahun 2017 tentang Rencana Induk Penyelanggaraan Keantariksaan 2016-2040, serta Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2023 tentang P
22 jam yang lalu


Teknologi Nuklir Dukung Pemantauan Mikroplastik di Laut Indonesia
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memanfaatkan teknologi nuklir dalam program global NUTEC Plastics untuk memantau mikroplastik di laut. Fokus awal adalah penggunaan metode pamantauan standar agar data dari berbagai negara dapat dibandingkan secara adil. Proyek ini mencakup pengambilan sampel di berbagai lokasi di Indonesia, seperti Lampung dan wilayah wisata atau industri. Data yang dikumpulkan akan diunggah ke platform global IRIS milik IAEA. Fase kedua (2026-2029) ak
22 jam yang lalu


WALHI Soroti Transisi Energi Palsu dan Ancaman Deforestasi di Indonesia
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) menilai bahwa agenda transisi energi di Indonesia saat ini justru berpotensi melegalkan krisis iklim melalui deforestasi sistematis. Dalam momentum COP30 di Belém, Brasil, WALHI menegaskan bahwa ketergantungan transisi energi pada ekstraksi sumber daya alam, seperti bionergi biomassa, panas bumi, dan kendaraan listrik, telah mendorong pembukaan hutan skala besar. Laporan WALHI mencatat sekitar 26,68 juta hektare kawasan hutan berada d
22 jam yang lalu


Refleksi Bioenergi 2025: Strategi Dekarbonisasi dan Tantangannya
Bionergi, mencakup biomassa, biogas, dan bahan bakar nabati, menyumbang hampir 70% dari bauran energi terbarukan Indonesia pada 2024 dan memegang peran strategis dalam upaya mencapai Net Zero Emission (NZE). Potensi biomassa nasional mencapai 83,4 juta ton per tahun, namun pemanfaatannya masih terbatas di 22 juta ton. PLN melalui program cofiring telah mengurangi emisi lebih dari 2,5 juta ton CO2e, dan pemerintah menargetkan 9 juta ton biomassa dimanfaatkan pada 2030. Tantang
22 jam yang lalu


Dekarbonisasi TAPG: Dari Energi Biogas hingga Inovasi Biokokas
PT Triputra Agro Persada (TAPG) memperluas jejak dekarbonisasi di Kalimantan melalui dua inisiatif utama: pengoperasian PLTBg berbasis limbah cair kelapa sawit (POME) oleh anak usaha PT Sukses Karya Mandiri di Kalimantan Tengah, serta pembangunan fasilitas produksi biokokas di Kalimantan Barat oleh JV PT ATP Bio Indonesia. PLTBg tersebut menghasilkan listrik 2 MW, menggantikan konsumsi solar sepenuhnya dan berkontribusi menekan emisi karbon hingga 73.000 ton CO2 ekuivalen per
22 jam yang lalu


Padang Optimalkan Pengelolaan Sampah Pascabencana dengan Pendekatan Berkelanjutan
Pemerintah Kota Padang menangani 3.327 ton sampah pascabanjir dalam waktu Sembilan hari, mencakup backlog, sampah pemukiman terdampak, dan kayu gelondongan dari hulu sungai. Sebagian besar kayu tidak perlu dibuang ke TPA karena dimanfaatkan oleh warga dan pelaku usaha kecil sebagai bahan bakar. DLH juga bekerja sama dengan PT Semen Padang untuk menggunakan kayu sebagai bahan bakar alternatif industri, mengurangi tekanan terhadap TPA serta mempercepat proses normalisasi. Pend
22 jam yang lalu


KLHK Dorong Paradigma Hukum Baru untuk Hadapi Krisis Lingkungan
Sekretaris Utama KLHJ, Rosa Vivien Ratnawati, menyatakan bahwa persoalan lingkungan saat ini sudah semakin besar dan kompleks, sehingga memerlukan pendekatan hukum yang lebih relevan. Ia menegaskan bahwa meskipun Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 sudah memiliki kekuatan dari sisi perencanaan dan penegakan hukum, kondisi perubahan iklim dan bencana ekologis menuntut pembaruan paradigma hukum yang lebih adaptif. Peluncuran buku Paradigma Hukum Baru Atasi Krisis Iklim oleh IOJI d
22 jam yang lalu


Coca-Cola Dorong Daur Ulang Botol Plastik lewat Program “Recycle Me” Berbasis Insentif OVO
Coca-Cola Indonesia melanjutkan program daur ulang botol plastik PET untuk tahun kelima, bekerja sama dengan Grab, fasilitas daur ulang PT Amandina Bumi Nusantara, Yayasan Mahija Parahita Nusantara, dan BenihBaik.com . Dalam program ini, konsumen yang mengumpulkan minimal 12 botol kosong dari produk Cola-Cola bisa menukarkannya dengan saldo OVO. Untuk setiap botol yang terkumpul, Coca-Cola akan menyumbang Rp1.000 kepada pemulung melalui mitra sosial. Program berlangsung dari
22 jam yang lalu


Pengelolaan Sampah Nasional Masih Rendah, Teknologi BSF Dinilai Solusi Strategis
Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) 2024 menunjukkan bahwa dari sekitar 37,3 juta ton sampah per tahun di Indonesia, baru sekitar 32% yang dikelola secara resmi dan layak. Sampah organik mendominasi timbunan sampah, sementara lebih dari 70 TPA masih menerapkan sistem open dumping dan banyak yang sudah melebihi kapasitas. Kondisi ini tidak hanya memicu emisi gas rumah kaca seperti metana, tetapi juga membebani APBD tanpa menghasilkan nilai tambah ekonomi.
22 jam yang lalu
bottom of page

