Pengelolaan Sampah Bali Jadi Sorotan Nasional Usai Nilai Adipura Rendah
- 8 Jun
- 1 menit membaca

Masalah pengelolaan sampah di Bali kembali menjadi perhatian nasional setelah tidak ada kabupaten atau kota di provinsi tersebut yang memperoleh predikat “Menuju Kota Bersih” dalam penilaian Adipura tahun evaluasi 2025. Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menegaskan bahwa kondisi kebersihan Bali sangat mempengaruhi citra Indonesia sebagai destinasi pariwisata dunia. Ia meminta pemerintah daerah mempercepat pemilahan sampah rumah tangga serta memperluas jaringan bank sampah, sekaligus memastikan kawasan wisata, hotel, restoran, dan kafe memiliki sistem pengelolaan sampah yang disiplin agar tidak membebani tempat pembuangan akhir.
Dalam kunjungannya ke sejumlah fasilitas pengelolaan sampah di Bali, termasuk TPST Tahura 1 di Denpasar dan beberapa TPS berbasis reduce-reuse-recycle di Badung, Hanif menilai Bali telah menunjukkan beberapa kemajuan, namun masih menghadapi tantangan serius. Pemerintah pusat juga memberikan dukungan berupa mesin pencacah kayu kepada Pemerintah Kabupaten Badung untuk memperkuat pengelolaan sampah organik. Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat, Bali diharapkan dapat memperbaiki sistem pengelolaan sampah sekaligus mendukung target nasional pengelolaan sampah sebesar 63,41 persen pada tahun ini.
Sumber:




