Program Gentengisasi Diusulkan Manfaatkan Limbah FABA, Tantangan Pengelolaan Masih Besar
- 8 Jun
- 1 menit membaca

Program “Gentengisasi” yang digagas Presiden Prabowo Subianto ditujukan sebagai salah satu solusi pemanfaatan limbah batu bara berupa fly ash and bottom ash (FABA) dari operasional PLTU. Limbah tersebut direncanakan dicampur dengan tanah liat untuk memperkuat produksi genteng sebagai material atap rumah. Pemerintah mendorong koperasi daerah membangun pabrik genteng lokal dan meminta kepala daerah mendukung implementasinya. Selain dinilai lebih tahan panas dan tidak berkarat dibanding seng, penggunaan genteng tanah liat berbasis FABA juga diharapkan menjadi alternatif pengelolaan limbah sekaligus mendorong ekonomi lokal.
Namun, tantangan pengelolaan FABA masih signifikan. Kementerian Lingkungan Hidup memperkirakan produksi FABA pada 2025 mencapai 12,6–25,2 juta ton, sementara data SPEED menunjukkan jutaan ton fly ash dan ratusan ribu ton bottom ash belum tertangani di berbagai provinsi. Limbah yang tidak dikelola berpotensi mencemari tanah dan badan air di sekitar PLTU. PLN mengakui kendala geografis, terutama jarak pembangkit dengan industri semen sebagai penyerap utama FABA, sehingga mendorong pemanfaatan alternatif melalui UMKM untuk diolah menjadi paving block, beton, dan produk konstruksi lainnya.
Sumber:




