PSEL Palembang Mulai Beroperasi, Olah Lebih dari 70 Persen Sampah Harian Menjadi Energi

Fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Palembang, Sumatra Selatan, mulai beroperasi pada 1 September sebagai proyek percontohan sekaligus bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) dalam pengembangan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan. Fasilitas ini diproyeksikan menerima sekitar 960 ton sampah per hari dari lebih dari 400 tempat penampungan sementara (TPS), mendekati kapasitas maksimal pengolahan sebesar 1.000 ton per hari. Dibandingkan dengan total timbulan sampah Kota Palembang yang mencapai sekitar 1.260 ton per hari, PSEL berpotensi menangani lebih dari 70 persen sampah harian kota, sehingga diharapkan dapat mengurangi beban pengelolaan dan penumpukan sampah secara signifikan.
Selain mengurangi volume sampah, PSEL Palembang dirancang untuk mengubah sampah menjadi sumber energi dengan kapasitas pembangkit sekitar 20 MW dan potensi produksi listrik sebesar 17,7 MW. Sampah yang masuk terlebih dahulu melalui proses fermentasi selama sekitar lima hingga tujuh hari, kemudian menjalani tahapan pengolahan lanjutan sebelum dibakar untuk menghasilkan energi listrik. Pengoperasian fasilitas ini menjadi salah satu langkah penting Palembang dalam mengintegrasikan pengelolaan sampah dengan produksi energi, sekaligus mendukung pemanfaatan sampah sebagai sumber daya, pengembangan energi alternatif, dan penerapan pendekatan ekonomi sirkular dalam pengelolaan lingkungan perkotaan.
Ā
Sumber:




