TPA Suwung Ditutup, Bali Siapkan Teba Modern untuk Atasi Krisis Sampah
- 20 Sep 2025
- 1 menit membaca

Gubernur Bali Wayan Koster mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Denpasar akan membangun 4.700 teba modern untuk mengelola sampah organik sebagai langkah antisipasi pascapenutupan TPA Suwung. Selain itu, fasilitas pengelolaan sampah seperti Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) dan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) akan ditingkatkan fungsinya melalui anggaran tambahan. Koster menegaskan bahwa pengelolaan sampah kini menjadi tanggung jawab bersama seluruh pemerintah daerah di Bali dengan konsep āsatu pulau, satu pola, satu tata kelolaā. TPA Suwung sendiri sudah berhenti menerima sampah organik sejak 1 Agustus 2025.
Meski demikian, Koster mengakui bahwa solusi teba modern, TPS3R, dan TPST hanya mampu mengatasi maksimal 500 ton sampah per hari, sedangkan volume sampah di Denpasar dan Badung mencapai lebih dari 1.000 ton per hari. Oleh karena itu, diperlukan teknologi insinerator yang mampu mengolah sampah dalam skala besar, terutama di kawasan wisata seperti Kuta. Saat ini, pemerintah menunggu terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) terkait pengolahan sampah TPA Suwung. Setelah Perpes disahkan, proses administrasi diperkirakan memakan waktu enam bulan sebelum pembangunan insinerator dimulai, dengan masa konstruksi sekitar 1,5 tahun.
Sumber:




