Kekurangan Talenta Hijau Hampir Capai 30.000: Kementerian Lingkungan Hidup Taiwan Perkuat Pelatihan dan Sertifikasi Pekerja Hijau
- 30 Des 2025
- 1 menit membaca

Taiwan tengah mengalami lonjakan besar dalam permintaan akan tenaga kerja hijau. Laporan Tren Ketenagakerjaan Talenta Hijau Semester II 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup mengungkapkan bahwa kekurangan posisi pekerja hijau di Taiwan hampir mencapai 30.000 lowongan, empat kali lipat dibanding delapan tahun lalu. Posisi ini paling banyak dibutuhkan di sektor semikonduktor, teknologi informasi dan komunikasi (TIK), bioteknologi, dan teknik. Gaji bulanan median perkerjaan hijau tercatat sebesar NT$40.000, lebih tinggi dari rata-rata nasional. Selain itu, semakin banyak posisi manajemen proyek (PM) dan manajemen produk yang kini mensyaratkan sertifikasi pelatihan talenta hijau dari Kementerian, menandakan bahwa keberlanjutan dan strategi net-zero telah menjadi indikator baru dalam rekrutmen perusahaan.
Untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja ini, Kementerian akan memperluas Program Pelatihan Talenta Hijau Net-Zero melalui kerja sama dengan universitas guna membentuk sistem pengakuan SKS dan menyelenggarakan kursus “nilai tambah” antar kementerian, seperti ekonomi sirkular, pasar karbon, dan adaptasi iklim. Kursus-kursus ini akan mulai diluncurkan pada Februari 2026, dengan subsidi biaya pendidikan tersedia untuk pemuda di bawah usia 30 tahun, kelompok rentan, dan penyandang disabilitas. Inisiatif ini bertujuan untuk mencetak lebih banyak profesional hijau yang siap terjun ke dunia kerja, memperkuat kapasitas Taiwan dalam menghadapi perubahan iklim dan mempercepat transisi menuju netral karbon.
Referensi:




