Padang Optimalkan Pengelolaan Sampah Pascabencana dengan Pendekatan Berkelanjutan
- 24 jam yang lalu
- 1 menit membaca

Pemerintah Kota Padang menangani 3.327 ton sampah pascabanjir dalam waktu Sembilan hari, mencakup backlog, sampah pemukiman terdampak, dan kayu gelondongan dari hulu sungai. Sebagian besar kayu tidak perlu dibuang ke TPA karena dimanfaatkan oleh warga dan pelaku usaha kecil sebagai bahan bakar. DLH juga bekerja sama dengan PT Semen Padang untuk menggunakan kayu sebagai bahan bakar alternatif industri, mengurangi tekanan terhadap TPA serta mempercepat proses normalisasi.
Pendekatan reduce, reuse, recycle (3R) diterapkan langsung sejak hari pertama pemulihan melalui pemilahan material di lapangan oleh bank sampah dan petugas pengelola sampah. Strategi ini tidak hanya mengefisienkan armada pengangkutan, tetapi juga memperkuat prinsip keberlanjutan dalam penanganan pascabencana. DLH meyakini dengan strategi zonasi dan optimalisasi sumber daya, penanganan sampah pascabencana dapat selesai tepat waktu dan ramah lingkungan.
Ā
Sumber:




