top of page

Pengelolaan Sampah Nasional Masih Rendah, Teknologi BSF Dinilai Solusi Strategis

  • 24 jam yang lalu
  • 1 menit membaca

Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) 2024 menunjukkan bahwa dari sekitar 37,3 juta ton sampah per tahun di Indonesia, baru sekitar 32% yang dikelola secara resmi dan layak. Sampah organik mendominasi timbunan sampah, sementara lebih dari 70 TPA masih menerapkan sistem open dumping dan banyak yang sudah melebihi kapasitas. Kondisi ini tidak hanya memicu emisi gas rumah kaca seperti metana, tetapi juga membebani APBD tanpa menghasilkan nilai tambah ekonomi. Oleh karena itu, pengelolaan sampah khususnya sampah organik, dipandang bukan sekedar isu lingkungan, melainkan juga isu pembangunan daerah, kesehatan masyarakat, dan ekonomi.

Dalam konteks tersebut, inovasi pengelolaan sampah organik berbasis Balck Soldier Fly (BSF) dinilai semakin relevan. Teknologi BSF mampu mengurangi emisi gas sampah hingga 70-90% dalam waktu singkat, mengolah sampah organik secara efisien, serta menghasilkan produk bernilai ekonomi seperti maggot untuk pakan ternak dan kompos untuk pertanian. Selain mengurangi beban TPA, BSF juga mendorong pengembangan ekonomi sirkular berbasis masyarakat dan memperkuat rantai nilai sektor pertanian, peternakan, dan perikanan. Pengalaman implementasi BSF, seperti di Lombok, menunjukkan bahwa keberhasilan replikasi sangat bergantung pada kesiapan komunitas pengelola, dukungan regulasi, pasar, serta kolaborasi lintas pihak yang berkelanjutan.

Sumber:

Ā 
Ā 

CONTACT INFORMATION

+62-823-5917-5216

ADDRESS

National Taiwan of Science and Technology Office

No. 43號, Section 4, Keelung Rd, Da’an District, Taipei City, Taiwan 106

Institut Teknologi Sepuluh Nopember Office

Teknik Kimia, Keputih, Sukolilo, Surabaya City, East Java, 60111, Indonesia

Widya Mandala Surabaya Catholic University Office

Kalisari Selatan No 1, Kalisari, Pakuwon City, Mulyorejo, Surabaya City, East Java, 60112, Indonesia

Copyright © 2023 TI-STIC

bottom of page