PLTS dan BESS Semakin Ekonomis, Dorong Efisiensi Biaya dan Transisi Energi Industri

Pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang terintegrasi dengan Battery Energy Storage System (BESS) semakin kompetitif secara ekonomi dan mulai menjadi alternatif untuk menekan biaya operasional industri di Indonesia. SUN Energy menyebut kombinasi PLTS dan penyimpanan baterai sebagai sumber listrik base load pada sektor pertambangan telah mampu menghasilkan biaya yang lebih rendah dibandingkan penggunaan generator diesel, terutama di tengah kenaikan harga dan keterbatasan pasokan bahan bakar diesel. Perkembangan teknologi juga membuat biaya pembangkitan PLTS semakin kompetitif terhadap tarif listrik PLN pada sektor fast-moving consumer goods (FMCG), manufaktur, dan otomotif. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa adopsi energi surya tidak lagi hanya didorong oleh target lingkungan dan environmental, social, and governance (ESG), tetapi semakin dipertimbangkan sebagai strategi efisiensi biaya, ketahanan energi, dan keberlanjutan operasional industri.
Meskipun permintaan PLTS dari sektor industri terus meningkat, percepatan investasi masih menghadapi tantangan dari sisi regulasi, insentif, dan pembiayaan. Industri mendorong pemerintah memperkuat insentif bagi perusahaan yang beralih dari teknologi berbasis bahan bakar fosil menuju elektrifikasi dan energi terbarukan, serta menerapkan regulasi yang lebih adaptif terhadap pertumbuhan permintaan PLTS. Di sisi pembiayaan, tingginya minat investor global belum sepenuhnya diikuti oleh ketersediaan proyek yang bankable dan menawarkan tingkat pengembalian yang menarik. Depresiasi rupiah disebut dapat meningkatkan biaya investasi (capital expenditure/capex) proyek hingga sekitar 30% dibandingkan tahun sebelumnya, sementara kenaikan suku bunga turut menekan kelayakan finansial proyek. Oleh karena itu, kombinasi kebijakan yang mendukung, pemberian insentif, serta skema pembiayaan inovatif diperlukan untuk mempercepat investasi PLTS-BESS dan mendukung transformasi industri menuju sistem energi yang lebih rendah karbon.
Sumber:




