Refleksi Bioenergi 2025: Strategi Dekarbonisasi dan Tantangannya
- 2 Mar
- 1 menit membaca

Bionergi, mencakup biomassa, biogas, dan bahan bakar nabati, menyumbang hampir 70% dari bauran energi terbarukan Indonesia pada 2024 dan memegang peran strategis dalam upaya mencapai Net Zero Emission (NZE). Potensi biomassa nasional mencapai 83,4 juta ton per tahun, namun pemanfaatannya masih terbatas di 22 juta ton. PLN melalui program cofiring telah mengurangi emisi lebih dari 2,5 juta ton CO2e, dan pemerintah menargetkan 9 juta ton biomassa dimanfaatkan pada 2030. Tantangan utama meliputi skala produksi industri dan keterbatasan infrastruktur.
Upaya mempercepat pemanfaatan bioenergi juga diperkuat lewat riset bioetanol, biodiesel B40-B50, dan Sustainable Aviation Fuel (SAF) oleh BRIN, serta pemetaan potensi biomassa nasional untuk landasan kebijakan energi. Namun, implementasi menghadapi hambatan seperti persaingan sektor energi dengan kebutuhan pangan dan kosmetik dalam pemanfaatan residu kelapa sawit. Kerja sama strategis PLN EPI dengan lima mitra penyedia biomassa menjadi langkah konkret memperkuat rantai pasok dan mempercepat transisi energi berbasis bionergi yang berkelanjutan.
Ā
Sumber:




