Semen Gresik Kembangkan Semen Hijau dengan Emisi 28 Persen Lebih Rendah untuk Mendukung Industri Konstruksi Berkelanjutan

PT Semen Gresik, anak perusahaan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SIG), mengembangkan semen hijau melalui Pabrik Rembang dengan intensitas emisi hingga 28% lebih rendah dibandingkan semen konvensional. Dalam Indonesia Green Building Festival (IGBF) 2026 pada 29 September di Surabaya, Direktur Utama Semen Gresik, Gatot Mardiana, menegaskan bahwa inovasi tersebut merupakan bagian dari transformasi industri semen menuju produksi rendah karbon tanpa mengurangi kualitas produk. Perusahaan juga menerapkan prinsip ekonomi sirkular dengan memanfaatkan bahan bakar alternatif, seperti refuse-derived fuel (RDF), limbah industri, dan biomassa, untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, meningkatkan efisiensi sumber daya, serta menekan emisi dari proses produksi.
Untuk memperluas penerapan konstruksi rendah karbon, Semen Gresik bekerja sama dengan Green Building Council Indonesia (GBCI) dalam mendorong penggunaan material ramah lingkungan dan penerapan standar bangunan hijau. Dengan segmen ritel menyumbang hampir 70% pasar perusahaan, edukasi konsumen mengenai penggunaan semen hijau menjadi salah satu prioritas, sementara permintaan dari sektor proyek juga terus meningkat. Melalui IGBF 2026, pemerintah, industri, akademisi, dan praktisi membahas penguatan kebijakan serta penggunaan material konstruksi berkelanjutan. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat adopsi semen rendah karbon, memperkuat daya saing industri konstruksi nasional, dan mendukung target Net Zero Emissions Indonesia pada 2060.
Referensi:




