Bioliner Berbasis Singkong Jadi Alternatif Ramah Lingkungan untuk Pengelolaan Sampah TPA
- 8 Jun
- 1 menit membaca

Teknologi bioliner berbasis pati singkong dinilai berpotensi menjadi solusi inovatif untuk pengelolaan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), sebagai alternatif pengganti tanah urugan pada metode controlled landfill. Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono menyatakan pemerintah terbuka terhadap adopsi teknologi ramah lingkungan yang mampu menekan biaya operasional dan mengurangi polusi bau di TPA. Bioliner dengan pori mikro berukuran sekitar 8 mikron ini dapat menutup sampah secara efektif tanpa memerlukan alat berat, mencegah bau menyengat serta risiko mikroplastik, sekaligus tidak menghabiskan volume lahan TPA sehingga memperpanjang umur pakai TPA.
Inovasi ini sejalan dengan UU No. 18 Tahun 2008 yang melarang praktik open dumping dan mewajibkan pengelolaan sampah beralih ke metode yang lebih ramah lingkungan, serta didukung Permen PUPR No. 03/PRT/M/2013. Meski demikian, pemerintah menekankan pentingnya prinsip kehati-hatian sebelum penerapan luas. CEO Greenhope berharap adanya dukungan pemerintah agar bioliner dapat diperkenalkan ke pemerintah daerah, sementara KLH/BPLH menegaskan akan memfasilitasi pengujian oleh pihak ketiga yang kredibel. Langkah ini bertujuan memastikan teknologi bioliner aman, efektif, dan berkelanjutan bagi lingkungan dalam jangka panjang.
Sumber:




