Minat Talenta Muda terhadap Program Pemagangan BRIN Meningkat 23 Persen, Perkuat Ekosistem Riset dan Inovasi

Minat lulusan perguruan tinggi terhadap Program Pemagangan Nasional di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus meningkat. Pada batch kedua tahun 2026, jumlah pendaftar mencapai 2.620 orang, meningkat 23 persen dibandingkan batch pertama yang mencatat 2.134 pelamar, dengan 218 peserta terpilih untuk mengikuti program. Program yang diselenggarakan melalui kerja sama BRIN dan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia ini tidak hanya memberikan pengalaman kerja, tetapi juga dirancang untuk memperkenalkan talenta muda pada ekosistem riset dan inovasi, budaya riset, lingkungan kerja profesional, serta tata kelola organisasi berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi. Untuk meningkatkan keterlibatan dan kreativitas peserta, BRIN juga akan menyelenggarakan kompetisi internal bertajuk Internship Challenge, sekaligus mendorong peserta untuk bersikap proaktif, disiplin, dan menjaga etika profesional selama menjalani program.
Kepala BRIN Arif Satria menekankan bahwa investasi pada modal manusia (human capital) dan riset merupakan fondasi penting bagi inovasi, kemajuan teknologi, dan pertumbuhan ekonomi nasional. Mengacu pada konsep endogenous growth theory, BRIN menyoroti keterkaitan antara kualitas pendidikan, kapasitas inovasi, dan tingkat pendapatan per kapita suatu negara. Pengembangan teknologi maju membutuhkan ekosistem riset yang kuat, termasuk ketersediaan talenta berkualitas, pendanaan, peta jalan riset, serta lingkungan inovasi yang kondusif. Oleh karena itu, peserta magang dipandang sebagai bagian penting dalam penguatan ekosistem tersebut dan diharapkan tidak hanya memperoleh keahlian dari unit kerja masing-masing, tetapi juga memahami sistem riset dan inovasi secara menyeluruh. Program ini sekaligus menjadi salah satu sarana BRIN untuk membangun generasi talenta riset dan inovasi masa depan yang mampu mendukung penguatan kapasitas ilmu pengetahuan dan daya saing Indonesia.
Sumber:




