BRIN Kembangkan Eco Hex Brick Berbasis Limbah Plastik untuk Mitigasi Abrasi dan Rehabilitasi Pesisir

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk (PRBB) mengembangkan Eco Hex Brick, material konstruksi berbahan limbah plastik yang dirancang sebagai Alat Penahan Ombak (APO) semipermeabel untuk mengurangi abrasi sekaligus mendukung rehabilitasi ekosistem pesisir. Material ini memanfaatkan limbah plastik bernilai ekonomi rendah, seperti plastik multilayer dan plastik campuran, yang dicacah, dilelehkan, dicampur dengan agregat pasir halus, kemudian dicetak menjadi bata heksagonal dengan sistem interlock. Berbeda dengan struktur penahan pantai masif, Eco Hex Brick dirancang untuk memecah energi gelombang tanpa sepenuhnya menghambat pergerakan air sehingga memungkinkan terbentuknya sedimentasi di belakang struktur sebagai media pertumbuhan mangrove. Hasil pengujian laboratorium menunjukkan formulasi tertentu memiliki kekuatan tekan mendekati mutu beton K-300 serta ketahanan yang baik terhadap degradasi dan paparan sinar ultraviolet di lingkungan pesisir.
Eco Hex Brick telah diterapkan melalui pilot project di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, salah satu wilayah yang terdampak abrasi cukup parah, melalui kolaborasi BRIN dengan Yayasan Bakau Manfaat, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), pemerintah daerah, dan masyarakat setempat. Pemantauan awal menunjukkan terbentuknya sedimentasi di belakang struktur dalam waktu relatif singkat serta mulai tumbuhnya biota laut pada permukaan Eco Hex Brick, yang mengindikasikan potensinya tidak hanya sebagai penahan energi gelombang tetapi juga sebagai pendukung rehabilitasi ekologi pesisir. Inovasi ini mempertemukan dua tantangan lingkunganālimbah plastik dan abrasi pesisirādalam satu pendekatan teknologi berbasis ekonomi sirkular, sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi antara lembaga riset, pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dalam pengembangan solusi perlindungan pesisir yang berkelanjutan.
Sumber:




