Indonesia Perkuat Persiapan Pembangunan PLTN untuk Mendukung Ketahanan Energi dan Target NZE 2060

Pemerintah Indonesia memperkuat persiapan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) sebagai bagian dari strategi diversifikasi energi, peningkatan ketahanan energi, dan pencapaian Net Zero Emission (NZE) 2060. Kementerian ESDM telah menyiapkan Peraturan Presiden mengenai kesiapan pembangunan PLTN yang mencakup program nuklir, pembangunan instalasi, hingga operasional. Dalam jangka panjang, Indonesia diproyeksikan membutuhkan kapasitas nuklir hingga 35 GW untuk mendukung NZE 2060, sementara dalam sepuluh tahun mendatang dibutuhkan sekitar 500ā1.000 MW untuk wilayah yang memerlukan pasokan listrik besar dan andal. Pemerintah juga menyiapkan enam kelompok kerja serta pengembangan SDM, dengan kebutuhan sekitar 400ā700 tenaga ahli berkemampuan tinggi untuk mendukung pembangunan kapasitas nuklir sebesar 1 GW.
Persiapan PLTN dilakukan secara lintas sektor dengan melibatkan Kementerian ESDM, BRIN, BAPETEN, PLN, perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat, mencakup aspek teknologi, keselamatan, regulasi, kesiapan tapak, riset, serta penerimaan publik. BRIN telah mengoperasikan tiga reaktor riset sebagai fondasi penguasaan teknologi nuklir nasional, sementara pengujian tapak telah dilakukan di 28 lokasi dengan mempertimbangkan risiko gempa, gunung berapi, tsunami, likuifaksi, gerakan tanah, abrasi, dan ketersediaan air. BAPETEN juga akan memperkuat regulasi, perizinan, inspeksi, dan pengawasan keselamatan. Melalui kesiapan regulasi, teknologi, SDM, dan aspek sosial secara terpadu, pengembangan PLTN diharapkan menjadi salah satu fondasi penyediaan energi bersih dan andal sekaligus mendukung kedaulatan energi dan transisi menuju sistem energi rendah karbon di Indonesia.
Sumber:




