top of page

Potensi PLTB Indonesia Capai 167 GW, Investasi Masih Terkendala Keekonomian dan Infrastruktur

30 Sep
2 menit membaca

Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB), namun realisasi investasi masih menghadapi tantangan keekonomian, regulasi, dan kesiapan proyek. Kementerian ESDM mencatat belum terdapat investasi PLTB baru dalam sekitar empat tahun terakhir, meskipun RUPTL 2025–2034 menargetkan penambahan kapasitas PLTB sekitar 7,2 GW. Pemerintah saat ini mendorong revisi Perpres No. 112/2022, termasuk evaluasi harga listrik PLTB, serta menjajaki skema pembiayaan lunak dari mitra Eropa. Potensi pengembangan PLTB tersebar di Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan kawasan Indonesia Timur lainnya. Studi IESR bahkan memperkirakan kapasitas PLTB yang layak secara ekonomi dapat mencapai sekitar 167 GW di 203 lokasi, dengan sejumlah lokasi berpotensi menghasilkan economic internal rate of return (EIRR) di atas 10%. Selain itu, PLTB dinilai berpotensi dikombinasikan dengan PLTA untuk menjaga kestabilan pasokan energi ketika produksi tenaga air menurun pada musim kemarau.

Meskipun potensinya besar, biaya investasi awal yang tinggi, variasi karakteristik angin antarlokasi, harga listrik, kesiapan lahan, serta keterbatasan jaringan transmisi masih menjadi hambatan utama pengembangan PLTB. Pemerintah dinilai perlu memperkuat survei dan perencanaan teknis sejak tahap awal, menyesuaikan teknologi turbin dengan karakteristik angin lokal, serta memastikan harga listrik yang mampu menarik investasi tanpa mengabaikan kelayakan proyek. IESR juga merekomendasikan integrasi kawasan potensial PLTB ke dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), pengembangan sistem pengadaan lahan terpadu, penyediaan basis data digital yang transparan, serta perluasan gardu induk dan jaringan transmisi PLN menuju wilayah dengan potensi energi angin tinggi. Selain itu, penerapan bulk procurement untuk menggabungkan beberapa proyek berkapasitas kecil dapat meningkatkan efisiensi biaya dan mempercepat pembangunan. Kombinasi reformasi regulasi, pembiayaan kompetitif, kesiapan infrastruktur, dan perencanaan proyek yang matang menjadi faktor penting untuk merealisasikan potensi energi angin Indonesia dan mencapai target PLTB dalam RUPTL 2025–2034.

 

Sumber:

 
 

CONTACT INFORMATION

+62-823-5917-5216

ADDRESS

National Taiwan of Science and Technology Office

No. 43號, Section 4, Keelung Rd, Da’an District, Taipei City, Taiwan 106

Institut Teknologi Sepuluh Nopember Office

Teknik Kimia, Keputih, Sukolilo, Surabaya City, East Java, 60111, Indonesia

Widya Mandala Surabaya Catholic University Office

Kalisari Selatan No 1, Kalisari, Pakuwon City, Mulyorejo, Surabaya City, East Java, 60112, Indonesia

Copyright © 2023 TI-STIC

bottom of page