Indonesia Dorong Diplomasi Energi Bersih sebagai Instrumen Strategis Kebijakan Luar Negeri
- 8 Jun
- 1 menit membaca

Kementerian Luar Negeri RI menempatkan transisi energi bersih sebagai bagian penting dari diplomasi strategis Indonesia. Kepala Badan Strategi Kebijakan Luar Negeri, Muhamad Takdir, menekankan perlunya peran koordinatif yang lebih kuat agar diplomasi energi selaras dengan strategi industri dan tujuan pembangunan berkelanjutan. Melalui laporan Transformative Partnerships for Indonesia’s Clean Energy Transition yang disusun bersama Synergy Policies, Indonesia menilai negara berkembang perlu menavigasi transisi energi global di tengah persaingan geopolitik yang semakin ketat terkait rantai pasok, mineral kritis, serta dominasi teknologi hijau.
Laporan tersebut menegaskan bahwa kerja sama internasional tidak cukup hanya berfokus pada investasi, tetapi harus mendorong kemitraan transformatif melalui pengembangan industri bersama, kolaborasi riset terapan, produksi bersama, serta peningkatan kapasitas tenaga kerja. Para pemangku kepentingan juga menekankan pentingnya pendekatan whole-of-nation yang menyelaraskan kebijakan luar negeri, strategi industri, sistem keuangan, dan partisipasi masyarakat. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat kedaulatan ekonomi sekaligus mempercepat pencapaian target transisi energi bersih nasional.
Sumber:




